Katriga De
Sumantoro, seorang laki-laki beristri dan memiliki dua orang putra dan satu putri. Pribadi yg bisa dibilang menjadi motivator saya dalam hidup ini. Saya memanggilnya Ayah…
Deras keringat menjadi saksi bisu betapa beliau adalah seorang hard worker untuk sang Istri dan kami anak-anaknya. Nasihat yg beliau ucapkan selalu mengingatkanku untuk berada di jalan yg benar. Dan akan selalu terngiang dalam benakku meskipun jasadnya kini telah tiada…
Terhitung satu tahun lebih beliau beristirahat dengan tenang. Penyakit stroke yg menggerogoti tubuhnya, namun saya yakin itu merupakan salah satu dari ribuan cara Tuhan untuk mengambil hamba-Nya. Belum sempat kami (anak-anaknya) membuat beliau bahagia tetapi surat Yaasin selalu kami persembahkan untukmu Ayah… Agar kau diberi kesejukan ketika alam ini panas dan diberi kehangatan ketika alam ini dingin, Amin…
Rindu yg tak terbendung kadang membuatku jatuh seolah-olah tak ada tiang yg menyangga tubuh ini, akan tetapi pelajaran hidup yg kau berikan membuat hati ini tegar untuk menghadapi segala hal. Dan satu yg saya camkan, masih ada setengah jiwa dari Ayah saya yg harus saya jaga lahir dan batinnya, yaitu Ibu…
Miss you so badly, Dad…